OLEH : M.YANI, NIM.191012221004,REGULER A3 2019
Tenis
meja, atau yang lebih dikenal dengan nama ping pong, berasal dari Inggris pada
abad ke-19 sebagai bentuk rekreasi dalam ruangan untuk kelas atas. Permainan
ini berevolusi dari permainan tenis lapangan (rumput) dan awalnya dimainkan
menggunakan peralatan improvisasi.

Asal Usul dan
Perkembangan Awal
Abad
ke-19 di Inggris: Permainan ini dimulai sebagai hiburan setelah makan malam di
kalangan masyarakat kelas atas era Victoria. Mereka menggunakan meja makan
sebagai "lapangan", deretan buku sebagai "net", dan tutup
kotak cerutu atau gabus sampanye sebagai "bola".
Nama
"Ping Pong": Nama "ping pong" muncul karena suara
"ping" saat bola (awalnya terbuat dari seluloid) memantul dari bet
(kayu) dan suara "pong" saat menyentuh meja. Nama lain yang digunakan
saat itu termasuk whiff whaff dan gossima.
Standardisasi
Peralatan: Pada tahun 1901, James W. Gibb mengklaim telah menemukan bola
seluloid, yang jauh lebih baik daripada bola gabus, membuat permainan lebih
konsisten. E.C. Goode kemudian mematenkan bet karet berbintik pada tahun 1902,
yang meningkatkan kontrol dan putaran bola secara signifikan.
Organisasi dan
Formalisasi
Perubahan
Nama: Meskipun nama "Ping Pong" populer, nama tersebut menjadi merek
dagang. Akibatnya, pada tahun 1922, permainan ini secara resmi berganti nama
menjadi "tenis meja" (table tennis).
Federasi
Internasional: International Table Tennis Federation (ITTF) didirikan pada
tahun 1926, menstandardisasi peraturan global dan menyelenggarakan Kejuaraan
Dunia Tenis Meja pertama di London pada tahun yang sama.
Olimpiade: Tenis meja menjadi olahraga resmi yang dipertandingkan di ajang Olimpiade pada tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan.
.jpg)
Di Indonesia
Di
Indonesia, olahraga tenis meja juga berkembang pesat. Organisasi nasional untuk
olahraga ini adalah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), yang
didirikan pada tahun 1939 dengan nama Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia
(PPPSI).
Sejarah
tenis meja di Indonesia dimulai sejak era kolonial Belanda dan mengalami
perkembangan signifikan setelah kemerdekaan, ditandai dengan pembentukan induk
organisasinya.
Era Awal
(Pra-Kemerdekaan)
Olahraga
tenis meja mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1930-an. Pada masa itu,
tenis meja merupakan aktivitas rekreasi yang eksklusif, umumnya dimainkan di
balai pertemuan milik orang-orang Belanda atau di lingkungan terbatas golongan
tertentu. Popularitasnya mulai meningkat di kalangan masyarakat Indonesia
seiring berjalannya waktu.
Pembentukan
Organisasi
Para
pemain dan penggemar tenis meja di Indonesia kemudian berinisiatif untuk
membentuk sebuah wadah resmi. Pada tahun 1939, didirikanlah organisasi nasional
dengan nama Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI).
Setelah
Indonesia merdeka dan perkembangan olahraga semakin meluas, nama organisasi ini
kemudian diubah. Perubahan signifikan terjadi ketika nama "Ping Pong"
yang berbau Tiongkok diganti menjadi "Tenis Meja". Organisasi
tersebut kini dikenal sebagai Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).
Perkembangan dan
Prestasi
Setelah
pembentukan PTMSI, olahraga tenis meja mulai dipertandingkan secara lebih luas
di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa tonggak sejarah penting meliputi:
Partisipasi
Internasional: Indonesia mulai aktif mengirimkan atlet ke kejuaraan
internasional, termasuk Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) dan kejuaraan
tingkat Asia lainnya.
Tokoh
Berprestasi: Indonesia telah melahirkan beberapa atlet berprestasi seperti
Abdul Rojak, Sugeng Utomo, dan Rossy Pratiwi, yang telah menorehkan prestasi
gemilang di kancah internasional.
Popularitas:
Tenis meja menjadi salah satu olahraga rakyat yang sangat populer, dimainkan
dari perkotaan hingga pedesaan, dan sering menjadi bagian dari perayaan Hari
Kemerdekaan Indonesia.
Tantangan
Salah
satu tantangan terbesar dalam sejarah tenis meja Indonesia adalah isu dualisme
kepemimpinan dalam tubuh organisasi PTMSI yang sempat terjadi, meskipun upaya
penyatuan terus dilakukan demi stabilitas pembinaan atlet dan kemajuan
prestasi.
Secara
keseluruhan, sejarah tenis meja di Indonesia menunjukkan transisi dari olahraga
eksklusif menjadi olahraga yang merakyat dan kompetitif di tingkat nasional
maupun internasional.
.jpg)
PERMAINAN TENIS MEJA
A.
Pengrtian
Permainan Tenis meja merupakan permainan yang menggunakan
Badge sebagai alat pemukul, bola ping pong dan meja untuk bermain. Permainan
ini dimaikan oleh dua orang untuk kategori tunggal dan empat orang untuk
kategori ganda. Olahraga ini mempunyai nama resmi yaitu bola ping pong.
Di Indonesia olahraga tenis meja mempunyai Induk yaitu
PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), sedangkan untuk Induk tenis
meja tingkat dunia adalah ITTF International Table Tennis Federation).
Indonesia tergabung dalam ITTF sejak tahun 1961.
Gambaran
peralatan tenis meja!
Cara bermain Umum :
a)
Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
b)
Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
c)
Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala
penjuru lapangan.
d)
Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai
11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
e)
Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih
nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16
f)
Permainan ganda
g)
Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
h)
Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
i)
Pemain bergantian menerima bola dari lawan
j)
Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang
kamar sebelah kanan lawan.
k)
Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai
11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
l) Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17
m) Cara memegang bet ;
A.
Teknik Dasar
Teknik dasar permainan
tenis meja
Adapun teknik dasar
permainan tenis meja diantaranya adalah:
1. Push
Push adalah pukulan
backspin pasif yang biasanya digunakan untuk menghadapi servis backspin atau
serangan yang tidak menyenangkan baik untuk alasan taktik maupun push merupakan
cara yang lebih konsisten untuk mengembalikan bola yang dipukul dengan tehnik
backspin.
2. Drive
Pukulan forehand drive
biasanya merupakan pukulan yang paling kuat,karena tubuh kita menghalangi saat
melakukan pukulan,tidak seperti backhand.Selain itu otot yang digunakan biasany
lebih maksimal daripada pukulan backhand.
3. Chop
Kebanyakan pemain
menggunakan chop (choper) mundur sekitar 2-5 meter dari lapangan
permainan,dengan mengembalikan bola rendah menggunakan backspin.
4. Topspin
Apabila pemain memukul
bola yang menyebabkan setengah bagian bola berputar menjauh dari pemain maka
pemain tersebut sudah menggunakan topspin.Top spin dilakukan dengan memukul
bagian belakang bola dengan pukulan mengarah keatas.
5. Lob
Loobing merupakan
pukulan bertahan secara total yang digunakan untuk menghadapi smash.Lob yang
baik pada dasarnya adalah lob yang tinggi dapat setinggi 2-4 meter atau lebih
diudara.
6.Gerakan langkah Kaki
(Footwork)
Footwork dalam permainan
tenis meja secara umum dibedakan untuk nomer tunggal dan omor ganda.Footwork
yang digunakan dalam permainan tunggal sudah otomatis digunakan dalam permainan
ganda .Jika dilihat dari banyaknya langkah footwork untuk tunggal dapat
dibedakan satu langkah,dua langkah dan tiga langkah atau arah pergerakannya
bisa kedepan ,ke belakang, ke samping kiri,ke samping kanan atau diagonal
7 .Pegangan Bet atau
Grip
Untuk Pegangan bet dalam
permainan tenis meja ada 3 macam yaitu Shakehands grip,Penholder grip dan
Seemiller Grip.
8. Sikap dasar
Dalam prmainan tenis
meja sikap dasar ada 3 macam yaitu square stance,side stance dan Open
stance.Dibawah ini adalah penjelsannya :
1) Square Stance
Square Stance adalah
posisi badan menghadap penuh ke meja biasanya posisi ini digunakan dalam
menerima servis dari lawan atau posisi siap kembali setelah menenrima pukulan
dari lawan.
2) Side Stance
Side Stance adalah
posisi badan menyamping baik kesamping kanan maupun kesamping kiri.Pada side
stance jarak antara bahu ke meja atau ke net harus ada yang ebih dekat.
3) Open Stance
Open Stance adalah
modifikasi dari side stance.Stance ini hanya digunakan untuk backhand
block,kaki kiri agak tebuka keluar dan agak ke depan (untuk pemain tangan
kanan)
9. Servis
Dalam permainan tenis meja servis dibagi menjadi 2 bagian yaitu servis backhand dan servis forehand
A.
Peraturan Dalam Tenis Meja
1.
Bet
Bet dalam olahraga tenis meja adalah
alat pemukul yang terbuat dari campuran kayu dan serat karbon, digunakan untuk
memukul bola.
Cara memilih bet tenis meja yang sesuai standard yaitu yang 85% terbuat dari bahan kayu, sedangkan sisanya ialah serat karbon, serat kaca dan kertas padat. Pada bagian sisi raket yang biasa digunakan untuk menerima bola dilapisi aret licin dengan ketebalan 2 mm tanpa spons dan 4 mm dengan spons.
2.
Bola
Bola adalah
salah satu perlengkapan tenis meja paling dasar atau utama selain dari bet. Sesuai
dengan standard, bola yang digunakan dalam permainan tenis meja yaitu berbentuk
bulat dengan ukuran diameter 40 mm dan berat 2,7 gr. Bahan dasar yang digunakan
ialah plastik atau selulosa yang tidak mengkilap. Sementara itu, warna yang
dibolehkan adalah putih atau oranye, bukan warna lainnya.
3.
Meja
Ukuran
standard untuk meja dalam permainan tenis meja yaitu: Panjang 2,74 m, Lebar
1,525 m, dan Tinggi 76 cm dari permukaan lantai. Sementara itu, bahan daar
standard yang digunakan adalah kayu yang dapat menghasilkan pantulan bola
setinggi kurang lebih 23 cm, saat pemain menjatuhkan bola di ketinggian 30 cm. Untuk
masalah warna, diwajibkan menggunakan warna yang gelap dan dibuat garis
pembatas selebar 2 cm warna putih.
4.
Net
penjepit net, Ukuran panjang
standard dari net yaitu 15,25 cm yang diukur dari tiang penjaga net dan Tidak
diperbolehkan untuk melebihi tinggi standard yang sudah ditetapkan. Net tenis harus dipasang dengan rapat
dan menyentuh meja tanpa ada celah sedikit pun.
5.
Peraturan Pertandingan
Aturan
tentang jalannya pertandingan dalam permainan tenis meja ialah sebagai berikut:
1) Wasit utama
memimpin jalannya pertandingan, sedangkan wasit pembantu dibantu oleh pencatat
poin atau skor disediakan oleh panitia acara untuk menjaga netralitas.
2)
Keputusan
wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
3)
Para pemain
atau peserta diwajibkan mengenakan pakaian olahraga.
4)
Para pemain
harus dalam keadaan atau kondisi fisik dan mental yang fit atau sehat.
5)
Diberlakukan
toleransi maksimal keterlambatan, yaitu 10 menit.
6)
Peserta akan
dipanggil maksimal 3 kali. Lebih dari itu akan dinyatakan diskualifikasi.
7) Para pemain diwajibkan menggunakan sepatu saat bertanding.
8) Tidak diwajibkan bagi peserta untuk membawa perlengkapan sendiri karena sudah disediakan oleh panitia.
1.
Sistem Pertandingan Tenis Meja
Berikut
adalah aturan standard dari sistem pertandingan yang telah ditetapkan:
1)
Pertandingan
ditetapkan dengan sistem gugur.
2) Sistem
perhitungan yang digunakan yaitu best of three di mana angka kemenangan 11
rally point ketika babak penyisihan.
3)
Pada babak
final, sistem perhitungan yang digunakan yaitu best of five dengan angka
kemenangan 11 rally poin.
4)
Jika
terdapat poin seri (10-10), maka akan ditambah pertandingan 2 poin lagi.
5)
Pemain yang
lebih dulu mendapatkan poin selisih 2 akan dianggap sebagai pemenangnya.
6)
Jika masih
saja seri setelah tambahan 2 poin, maka akan dilakukan centrian poin hingga
ditentukan pemenangnya.
7)
Servis dan
Pengembalian Bola
Aturan
servis tenis meja dan pengembalian bola yang sesuai standard dan sudah
ditetapkan yaitu:
Untuk
menentukan urutan servis, menerima bola, dan tempat diputuskan dengan cara
undian. Setelah mendapatkan keputusan dari undian, pemenangnya dapat
menentuhkan atau memilih servis, menerima bola, atau tempat lebih dahulu.
1)
Apabila
salah satu pemain atau pasangan memilih salah satu dari tiga pilihan tersebut,
maka pemain atau pasangan satunya harus memilih yang lainnya, tidak boleh sama.
2)
Pemain atau
pasangan yang memulai pada suatu tempat atau sisi dalam satu permainan, akan
berpindah tempat di permainan berikutnya.
3)
Kemudian,
pada permainan atau set penentuan, pemain atau pasangan harus bertukar tempat
jika salah satunya sudah mendapatkan poin 5.
4)
Setelah
mendapatkan 2 poin, secara bergantian penerima atau pasangan melakukan servis
hingga permainan selesai. Pengecualian jika kedua pemain atau pasangan tersebut
sama-sama telah mencapai poin 10.
5)
Selanjutnya,
jika diberlakukan percepatan waktu, urutan servis dan menerima servis tetap
sama. Namun masing-masing pemain harus melakukan servis sekali secara
bergantian.
Urutan
Servis Untuk Double
1)
Pemain A1
memukul bola dan diterima oleh pemain B1.
2)
Pemain B1
memukul bola dan diterima oleh pemain A2.
3)
Pemain A2
memukul bola dan diterima oleh pemain B2.
4)
Pemain B2
memukul bola dan diterima oleh pemain A1
5)
Begitupun
untuk seterusnya, saling bergantian.
2.
Cara Mendapatkan Nilai (Score) Tenis
Meja
Berapa skor
tenis meja satu set? skor akhir atau poin tenis meja dalam 1 (satu) set adalah
11 poin.
1)
Seorang
pemain akan mendapatkan satu angka jika ia berhasil melaukan servis dengan baik
atau mengembalikan bola dengan baik.
2)
Sedangkan
lawannya tidak dapat menerimanya atau mengembalikannya dengan baik (misalkan
bola keluar atau perkenaannya tidak sah).
a)
Pemain Kehilangan Nilai
Pemain akan
kehilangan nilai (point) jika ia melakukan hal-hal berikut;
1)
Pemain gagal
melakukan servis dengan sempurna.
2)
Lawan
membuat servis yang sempurna atau mengembalikan bola dengan sempurna. Namun, ia
tidak berhasil mengembalikannya dengan sempurna.
3)
Jika bat
atau pemukulnya (apapun itu) yang menyentuh net atau tiang net saat bola masih
di dalam permainan (in play).
4)
Jika bat
atau pemukul (apapun itu) yang dipakai menggerakkan bidang permainan (meja)
saat permainan masih berlanjut (in play).
5)
Jika tangan
bebasnya menyentuh bidang permainan atau meja saat permainan masih berlanjut.
b)
Perhitungan Nilai (Point)
Cara menghitung
poin tenis meja yaitu:
1)
Setiap
permainan (game) yang dimenangkan oleh pemain atau pasangan lawan.
2)
Setiap game
dimenangkan oleh pemain atau pasangan yang lebih dahulu mencapai nilai 11,
kecuali jika terjadi deuce.
3)
Apabila
kedua belah pihak mencapai nilai sama, misalnya 10 lawan 10 (deuce). Maka,
pemenangnya adalah pemain yang lebih dahulu dapat melebihi 2 angka.
4)
Ketika
deuce, perpindahan bola dilakukan setelah pemain mendapatkan nilai maupun
tidak. Namun, bola harus tetap pindah (berganti).
3.
Pelanggaran Dalam Permainan
Berikut
adalah kriteria-kriteria yang dapat disebut sebagai pelanggaran dalam permainan
tenis meja:
1)
Mendorong
atau menggerakkan meja saat bola sedang dimainkan (rally).
2)
Pemain
menangkap bola yang dipukul oleh lawan dengan posisi tangkapan tepat di atas
meja.
3)
Bet atau
tangan menyentuh meja dan net saat bola rally atau dimainkan.
4)
Saat
melakukan servis, pemain gagal mengenai bola, baik itu sengaja maupun tidak.
5)
Saat
melakukan teknik pukulan atau servis, posisi pukulan tidak berada di posisi
seharusnya. Misalnya, posisi pukulan berada tepat di atas meja. Posisi yang
seharusnya yaitu berada di luar batas meja.
Peraturan Khusus Bermain Tenis Meja
Adapun
peraturan khusus dalam permainan tenis meja ialah sebagai berikut.
1.
Memukul bola
dilakukan dari belakang garis akhir atau ujung meja (bidang meja sendiri).
2.
Bola harus
terletak di atas telapak tangan yang terbuka (4 jari rapat dan ibu jari
terbuka). Sehingga bola tersebut tidaak boleh dijepit atau dikepal.
3.
Pada saat
hendak memukul bola, bola tersebut harus dilambungkan terlebih dahulu sebelum
dipukul.
4.
Bola yang
dipukul harus jatuh terlebih dahuu di bidang meja sendiri, baru jatuh ke bidang
meja lawan dengan melalui net atau jaring.
5.
Bola yang
dipukul pada waktu servis, kemudian menyentuh net dan masuk pada bidang meja
lawan harus diulang.
6.
Servis untuk
double harus dilakukan di sebelah kanan, serta jatuhnya bola ke bidang meja
lawan harus diagonal atau silang.Bola out atau keluar tidak boleh ditahan
maupun dipegang pemain.
7.
Pada
permainan double, kedua pemain mengembalikan bola secara gantian.

.png)
0 Comments:
Posting Komentar