A. GIZI ANAK USIA DINI
Kecukupan gizi pada anak
usia dini (usia 1-6 tahun) merupakan faktor krusial yang menentukan pertumbuhan
fisik optimal, perkembangan kognitif, dan fondasi kesehatan jangka panjang
mereka. Masa ini adalah periode emas sekaligus kritis (golden age), di mana
otak dan tubuh berkembang pesat.
Berikut adalah panduan
mendasar mengenai gizi anak usia dini:
1. Pentingnya Gizi
Seimbang
Anak usia dini
membutuhkan asupan gizi yang seimbang dari berbagai kelompok makanan. Prinsip
utama adalah memastikan asupan kalori cukup untuk aktivitas mereka yang tinggi,
namun tetap kaya nutrisi.
Komponen utama yang dibutuhkan meliputi:
2. Kebutuhan Nutrisi
SpesifiK
Beberapa nutrisi sangat
vital pada tahap usia dini:
Zat Besi: Sangat penting
untuk mencegah anemia, yang dapat mengganggu perkembangan kognitif. Sumber
terbaik adalah daging merah, hati, bayam, dan sereal yang diperkaya zat besi.
Kalsium dan Vitamin D:
Kunci untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Sumber kalsium: susu, keju,
yogurt, sayuran hijau. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari
pagi dan ikan berlemak.
Asam Lemak Omega-3
(DHA/EPA): Penting untuk perkembangan otak dan fungsi mata. Ditemukan pada ikan
(salmon, tuna), telur yang diperkaya Omega-3.
3. Kebiasaan Makan yang
Sehat
Memberikan makanan
bergizi harus diiringi dengan pembentukan kebiasaan makan yang baik:
Jadwal Makan Teratur:
Terapkan 3 kali makan utama dan 2 kali makanan ringan (camilan) sehat per hari.
Jadwal yang konsisten membantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang.
Variasi Makanan: Tawarkan
berbagai jenis makanan. Anak-anak mungkin menolak makanan baru pada awalnya,
tetapi paparan berulang (hingga 10-15 kali) dapat meningkatkan penerimaan
mereka.
Sajikan Porsi Kecil:
Perut anak usia dini relatif kecil. Lebih baik memberikan porsi kecil tapi
sering, daripada porsi besar yang membuat mereka kewalahan.
Batasi Gula dan Junk
Food: Kurangi minuman manis (soda, jus kemasan), permen, dan makanan cepat saji
yang tinggi kalori kosong dan rendah nutrisi.
Ciptakan Suasana Makan
Menyenangkan: Hindari memaksa anak makan. Jadikan waktu makan sebagai momen
keluarga yang positif dan bebas drama.
4. Peran Orang Tua
Orang tua memegang peran
sebagai contoh (role model). Anak-anak sering meniru kebiasaan makan orang tua
mereka. Mengonsumsi makanan sehat bersama-sama adalah cara terbaik untuk
mengajarkan gizi seimbang.
Jika Anda memiliki
kekhawatiran spesifik tentang pertumbuhan anak (misalnya, berat badan kurang,
alergi makanan, atau kebiasaan makan yang sangat pemilih), sangat disarankan
untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi terdaftar.
Kapasitas gizi merupakan kondisi dimana setelah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh serta penggunaannya memberikan hasil dari keseimbangan di dalam tubuh.kapasitas gizi seseorang dipengerahu oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Asupan makanan
2. Penerimaan atau penolakan makanan
3. Pantangan pada makanan
4. Kesukaan pada makanan tertentu
5. Ekonomi
6. Kebiasaan makan
7. Kebersihan
9. Pengetahuan Gizi
Pada umumnya kapasitas gizi terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
a. Gizi Baik
Gizi baik atau pemenuhan secara optimal terjadi apabila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien (Miharti, 2013). Gizi baik memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin (Miharti, 2013).
b. Gizi Kurang

.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar